GURU YANG MAMPU MEMBACA

Iqra’! Demikian ayat pertama diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad SAW. Iqra’ berarti bacalah. Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu. Dengan menyebut nama Allah berarti kita selalu mengingat Allah sehingga kita selektif terhadap apa yang akan kita baca. Tentu kategorinya sejauhmana bacaan tersebut bermanfaat bagi kita. Selain itu, kita tidak terjebak untuk membaca bacaan yang tidak bermanfaat. Dengan demikian, sebagai guru  kita akan membaca bacaan yang berkualitas bagi pengembangan kompetensi. Dengan menyebut nama Allah dalam bekerja kita akan selalu dibimbing oleh Allah ke jalan yang lurus. Dengan menyebut nama Allah kita akan terbimbing untuk melaksanakan tugas secara professional dan proporsional.

        Membaca sangat diajurkan karena banyak manfaat yang kita rasakan. Membaca merupakan perintah Allah, maka dengan melakukan kegiatan membaca, kita akan mendapat pahala. Membaca merupakan proses mental secara aktif. Dalam kegiatan membaca,  otak kita dirangsang untuk berpikir. Membaca dapat melatih dan meningkatkan kemampuan memori untuk mengingat sesuatu.  Membaca akan meningkatkan konsentrasi dan fokus. Dengan membaca kita memperoleh berbagai pengetahuan, wawasan sehingga dapat membangun kepercayaan diri. Menyisihkan waktu untuk membaca dapat meningkatkan kedisplinan.  Kegiatan membaca berarti membuka diri terhadap informasi baru, hal-hal yang inovatif. Hal itu akan membantu meningkatkan kretivitas otak kita.  

        Luangkanlah sedikit waktu untuk membaca, membaca buku, majalah surat kabar, jurnal , dan sebagainya. Semakin banyak kita membaca, semakin terasalah kekurangan wawasan kita. Hal tersebut memotivasi kita untuk terus membaca. Pada mulanya kita hanya membaca  untuk memanfaatkan  waktu senggang, menyegarkan pikiran atau untuk hiburan. Tingkatkanlah kemampuan membaca menjadi membaca kritis. Dengan membaca sebuah artikel, atau buku misalnya, kita dapat merespon isi tulisan tersebut. Ada sisi lain yang belum terungkap oleh penulis, merupakan peluang bagi kita untuk mengkritisinya. Kita dapat menanggapi  gagasan tidak sesuai dengan pemikiran kita dengan alasan yang logis dan ilmiah. Kita juga mempunyai peluang untuk mengulas atau mengomentasi idea atau gagasan penulis. Kita akan memperoleh keuntungan ganda bila gemar membaca. Pada satu sisi, kita akan memperoleh tambahan pengetahuan dan gagasan. Pada sisi lain, kita memperoleh bekal, berupa ide untuk menulis.  Dengan banyak membaca, apalagi membaca kritis, kita akan mampu menulis. Selain itu, membaca juga dapat menginspirasi kita untuk berbuat sesuatu. Karena itu, pertahankanlah kegemaran membaca!

       Thomas Alva Edison seorang penemu yang terkenal abad 21 sangat senang membaca dan mempelajari sesuatu. Berkat kemampuannya membaca, dia berhasil menemukan sesuatu yang berharga bagi orang banyak.  Dalam http://www.ceritakecil.com, diceritakan bahwa Thomas Alva Edison telah mempatentkan sekitar  1.093 hasil penemuannya, termasuk bola lampu listrik dangramophone, jugakamera. Dari semua yang dipelajarinya, Edison menerapkan pelajaran tersebut dengan cara bereksperimen di laboratorium kecilnya. Edison tinggal di laboratoriumnya, hanya tidur 4 jam sehari, dan makan dari makanan yang dibawa oleh asistennya ke laboratoriumnya. Edison melakukan percobaan dan eksperimen terus menerus hingga penemuan-penemuannya menjadi sempurna.

        Kegiatan membaca tidak hanya meliputi hal-hal yang tersurat. Akan tetapi perlu dikembangkan kepada hal yang tersirat. Guru perlu membaca hal-hal yang tersirat dari fenomena alam. Guru perlu merenungkan alam ciptaan Allah. Allah telah menciptkan alam semesta dengan segenap isinya. Gunung yang tinggi menjulang, laut biru bagai permadani tebentang merupakan salah satu tanda kebesaran Allah SWT. Allah telah melimpah rahmat dan nikmat yang banyak kepada kita. Nikmat dan rahmat tersebut sangat melimpah. Kita tidak akan sanggup menghitungnya. Dari renungan ini akan muncul rasa syukur dalam diri kita. Rasa syukur tersebut diwujudkan dalam bentuk ketaatan terhadap perintah Allah SWT. Kita lakukan perintah-Nya, kita tinggalkan apa yang dilarang-Nya.

          Kegiatan membaca guru jangan berhenti sampai di situ. Bacalah fenomena yang sedang terjadi, khususnya tentang dunia pendidikan. Dunia pendidikan yang meliputi segenap plus dan minusnya. Guru hendak mampu memahami fenomena yang terjadi di dunia pendidikan. Guru hendaklah mampu memberikan sumbangan pikiran, dan kritik yang konstruktif terhadap kemajuan pemyelenggaraan pendidikan.

         Teruslah membaca! Guru perlu juga membaca kekurangan dirinya. Jangan malu menyatakan bahwa kita masih kurang. Menyadari bahwa diri kita masih ada kekurangan merupakan kekuatan yang dahsyat untuk maju. Guru perlu melakukan introspeksi diri. Guru perlu melakukan kontempelasi atau perenungan.   Apa yang telah dilakukan terhadap pendidikan sudah bermakna bagi peserta didik? Apakah pelaksanaan tugas sudah sesuai dengan yang diharapkan? Apakah guru sudah melakukan berbagai inovasi dalam pembelajaran? Apakah guru sudah terbuka terhadap perubahan dan sudah ingin berubah?

         Lanjutkan kegiatan membaca! Guru perlu membaca kelebihan orang lain yang berkaitan dengan pelaksanaan profesinya sebagai guru. Bacalah kelebihan guru-guru profesional dan guru-guru berprestasi. Mereka mempunyai kelebihan dibandingkan dengan kita. Pelajarilah mengapa mereka mampu menjadi guru yang professional. Telusurilah mengapa mereka mampu meraih predikat guru berprestasi Tentu ada kiatnya. Dengan membaca kelebihan guru-guru yang professional, kita akan mendapat gambaran tentang bagaimana personalitas mereka, bagaimana kemampuan paedagogiknya, bagaimana kemampuan profesioanalnya, bagaimana kompetensi sosialnya dan bagaimana aplikasinya. Dengan mempelajari aktivitas guru-guru profesional, kita akan memperoleh gambaran tentang komitmen, dedikasi, dan apa yang telah dilakukannya  bagi pengembangan komptensinya.

         Bagaimana merespon kelebihan orang lain? Responlah kelebihan orang lain secara positif. Kelebihan orang lain dapat dijadikan sebagai kaca perbandingan untuk meningkatkan kompetensi kita. Berguru  kepada orang lain yang lebih maju, sangat bermanfaat bagi peningkatan kompetensi kita. Jadikanlah kelebihan orang lain sebagai inpirasi untuk berbuat yang terbaik bagi profesi kita. Dengan membaca kelebihan orang lain, kita akan memperoleh acuan dalam melakukan aktivitas  sebagai guru.

        Membacalah terus dan beristioqamah! Membaca yang tersurat  akan meningkatkan wawasan kita . Bila kita mampu membaca yang tersirat, akan meningkatlah keartifan dan kepekaan. Dengan mampu membaca yang fenemena atau yang tersorot, akan dapat melatih kekritisan seseorang. Membaca kekurangan diri  berarti mampu merefleksi dan mengintrospeksi diri. Dengan membaca kelebihan orang lain, kita akan mendapatkan  inpirasi dan motivasi bagi peningkatan kualitas kinerja sebagai guru. Ayo membaca, mulai  dari sekarang!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *